Ada yang Terbuka Ada Merahasiakan

Tekad parpol menampilkan figur terbaik dari bawah sedang berlangsung melalui penyusunan nama-nama calon anggota legislatif (caleg) di DPR Pusat maupun DPRD Tingkat I. Tapi, dari sejumlah parpol, ada yang telah merampungkan penyusunan caleg, ada yang transparan tapi ada juga yang masih malu-malu menyebutkan siapa jago yang bakal duduk di kursi wakil rakyat itu.

TERLEPAS dari bagaimana penilaian terhadap Golkar, namun dengan kekuatan yang dimilikinya, siapa-siapa saja yang bakal ditampilkan Golkar dalam daftar Caleg mendatang pasti menjadi sesuatu yang dinanti-nantikan. Selain, untuk kepentingan perhitungan lawan politik, banyak orang juga ingin mengetahui sosok politisi mana lagi yang bakal ditampilkan oleh partai yang dulu selalu mengidentikkan diri sebagai orde baru itu. Terlebih banyak orang ingin membuktikan apakah caleg yang ditampilkan sejalan dengan paradigma baru yang selalu dikampanyekan.

Kendati proses caleg sudah dilaksanakan tiga minggu lewat dan berlangsung cukup alot, tapi siapa-siapa yang mereka jagokan untuk duduk di kursi legislatif DPR Pusat maupun DPRD Tingkat I belum diketahui secara persis.

Ketua DPD Partai Golkar Tingkat I Kalbar H Gusti Syamsumin menjawab AP Post, pihaknya tidak menyebutkan nama caleg saat

ini bukan berarti Golkar tidak ingin memberitahu pada masyarakat, melainkan lebih pada soal etika.

Sumber-sumber AP Post di Golkar menyebutkan, Gusti Syamsumin diusulkan oleh DPD Partai Golkar Tingkat II Kabupaten Ketapang sebagai caleg pada DPRD Tingkat I. Pak Sam--begitu ia akrab disapa---tidak membantah dan mengakui jika dirinya diusulkan dari DPD Partai Golkar Tingkat II Ketapang.

"Saya dicalonkan untuk DPRD Tingkat I. Sekarang ini, lain dengan pola dahulu. Jadi yang mengusulkan itu dari bawah dan merupakan aspirasi dari bawah," kata dia ketika ditanya mengapa dirinya dicalonkan sebagai caleg di DPRD Tingkat I, bukan DPR Pusat. Kecuali Syamsumin, juga H Luthfi Ali disebut-sebut masuk caleg untuk DPRD Tingkat I usulan dari Ketapang, disamping Akil dari Kapuas Hulu. Sedangkan yang diusulkan dari DPD Partai Golkar Tingkat II Kodia Pontianak ke pusat yakni Sy Toto Thaha Alkadrie,BBM dan Budi Wongso.

Lain halnya dengan Partai Amanat Nasional (PAN). Pekan lalu mereka telah mendiskusikan caleg di DPR Pusat dan DPRD Tingkat I. Sabtu sore, masih berlangsung penggodokan caleg.

Ketua DPW PAN Kalbar H Ismet M Noor, ketika dikonfirmasi AP Post usai menghadiri penandatanganan perjanjian kerjasama PTPN 13 dengan Untan, Selasa (20/4) membenarkan jika pihaknya telah merampungkan penyusunan caleg untuk DPR Pusat. Sedangkan DPRD Tingkat I hingga kemarin masih dibahas. Tidak seperti Partai Golkar. PAN, menurut Ismet, tidak perlu menyembunyikan nama-nama caleg, sebab menurut dia, masyarakat mesti tahu siapa caleg yang bisa mewakili aspirasi mahasiswa.

Adapun Caleg untuk DPR RI yakni H Ibrahim Saleh (diusulkan DPC PAN Sambas), Drs HA Rasyid Ismail (Kabupaten Pontianak), Kamaruzaman (Kabupaten Sanggau), Drs Yusnaini Yusuf (Kabupaten Sintang), Drs HM Gusti M Mulia (Kabupaten Kapuas Hulu), Jamhuri Amri, SH, Anwar Husin (Kodia Pontianak). "Daftar nama caleg itu sudah kita kirim," katanya.

Bagaimana dengan Anda sendiri ? tanya AP Post. Menurut Ismet, dirinya diusulkan sebagai caleg di DPRD Tingkat I dari DPD PAN Kabupaten Sambas. "Ini berdasarkan usulan. Kita tetap hormati usulan itu," ujar dia. Ismet, kabarnya dicalonkan bersama Sutadi SH.

Yang lebih cepat proses penyusunan daftar caleg ialah dari Partai Keadilan (PK). Menurut Ketua DPW PK Kalbar H Harjani Hifni,Lc bersama Ketua Tim Caleg Drs Abdul Rahmi kepada AP Post, Rabu (21/4) menjelaskan, penggodokan nama calon legislatif itu memakan waktu satu bulan. "Baru kelar, Selasa (20/4). Kami segera kirimkan ," jelas keduanya.

Kriteria yang dipatok untuk menentukan caleg selain memiliki massa, juga memiliki komitmen dakwah yang kuat dan tinggi. Dengan demikian PK tidak menjadi bias. "Kita inginkan bila mereka bisa duduk nanti tetap dengan perjuangan dasar dalam mewujudkan masyarakat madani," katanya.

Adapun caleg PK di DPR Pusat yakni KH A Rahim Dja'far. Imam masjid Mujahiddin diusulkan oleh DPD PK Kabupaten Pontianak,

Drs H Rahim Dyar (Kabupaten Sambas), H Aus Hidayat Nur (Kodia Pontianak), Arbain,SE (Kabupaten Sintang), Lukmanul Hakim,S.Ag (Kab Kapuas Hulu) Ir M Hidayat (Kabupaten Ketapang) dan Agus Sutiono,SE (Kabupaten Sanggau).

Sedangkan caleg DPRD Tingkat I yakni H Harjani Hifni,Lc, Dedi Iswadi,ST, diusulkan DPD PK Kabupaten Sambas, Suharmanto,SE (Kabupaten Ketapang), Drs Abdul Rahmi, Heri Handoko Susilo,ST (Kodia Pontianak), Soebiyakto,Bc.Ip, Supardi,S.Ag (Kabupaten Pontianak), Agustina (Kabupaten Sanggau), Ir Haris Johan (Kabupaten Sintang) dan Tsalisul Mujahid Fonti Ali (Kabupaten Kapuas Hulu).

Lain halnya dengan PUDI, pihaknya baru hari ini--pada Rakorwil I PUDI Kalbar--menggodok nama-nama caleg untum DPRD Pusat maupun DPRD Tingkat I Menurut Ketua Korwil PUDI Kalbar Eka Pria Saputra,SE,MSi kepada AP Post, proses pencalonan kader partai sebagai caleg, PUDI Kalbar sangat percaya dengan kemampuan sumber daya manusia kader-kader partai.

"Setiap DPC PUDI harus dan berhak mengusulkan kader dari DPC setempat untuk DPRD II dan DPR Pusat, bahkan calon kuat untuk menjadi caleg DPR Pusat justru dari DPC PUDI Kabupaten Ketapang, Kabupaten Pontianak dan Kabupaten Sambas. Caleg DPR Pusat justru dari DPC PUDI Kabupaten Ketapang Umar Mansyur," katanya.

Sementara Ketua DPD PBI Kalbar dr Hubertus Tekuwaan belum bersedia mengungkapkan siapa saja nama-nama caleg dari partainya. "Masih rahasia, yang pasti semuanya usulan dari Daerah, kalaupun ada dari Pusat itu atas usulan kita," kata Tekuwaan. Dia juga menjamin, bahwa caleg-caleg yang akan ditampilkan Golkar adalah dari putra daerah, dan benar-benar diusulkan dari distrik yang bersangkutan.

Begitu juga tentang dirinya, Tekuwaan tidak bersedia menyebutkan. Namun ada yang menyebutkan kalau Tekuwaan akan dijagokan untuk DPR-RI, namun dari distrik mana belum diketahui.

Persaingan partai memang bakal terjadi diseluruh distrik dan tingkatan, namun empat Distrik diperkirakan bakal menjadi ajang perebutan paling seru Kodia Pontianak, Sambas, Ketapang dan Kabupaten Pontianak. Selain karena faktor demografi, di empat wilayah ini juga bertaburan politisi kenamaan maupun publik figur yang akan ditampilkan partai-partai peserta pemilu.

Dari berbagai sumber yang dihimpun AP Post ploting partai-partai, juga tampak menunjukkan persaingan yang bakal seru. Di Kabupaten Pontianak misalnya, Golkar kabarnya menempatkan Drs H Jimmi Mohammad Ibrahim pada urutan pertama DPR RI, sementara PPP menempatkan H Uray Faisal Hamid SH, PAN menempatkan Drs HM Rasyid Ismail, sedangkan Partai Nasional Demokrat (PND) menempatkan Ketua DPD-nya Eddy Bakhtiar pada urutan nomor satu untuk Caleg DPRD I. "Ketentuan AD/ART partai memang tidak membolehkan Ketua DPD masuk dalam pencalonan DPR-RI," kata Eddy menjawab AP Post, kemarin.

Sementara untuk Kabupaten Sambas, Golkar kabarnya menempatkan Drs H Muchalli Taufiek sebagai caleg di urutan pertama untuk DPR-RI, PAN sebagaimana diakui Ketuanya H Ismet M Noor menempatkan H Ibrahim Saleh pada urutan pertama.

Sementara PDI perjuangan di Sambas menempatkan Ketua DPC-nya Kenny Kumala sebagai urutan pertama, disusul Drs H Uray Roekijat dan Sunarno. Sedangkan PND menempatkan politisi muda Noval Hasan di urutan pertama. Sedangkan PDI tetap menjagokan Drs H Ilham Sanusi dari distrik Sambas ini.(rustam halim)